Bapelkes Batam Gelar Learning Organization Juli 2026, Usung Tema “Bapelkes Batam Ramah Anak”
BATAM — Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Batam menyelenggarakan kegiatan Learning Organization (LO) Gabungan Bulan Juli Tahun 2026 dengan mengusung tema “Bapelkes Batam Ramah Anak” pada Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Bapelkes Batam ini bertujuan untuk menguatkan komitmen instansi dalam menciptakan lingkungan kerja serta pelayanan publik yang aman, inklusif, dan berperspektif ramah anak, sekaligus memberikan edukasi kesehatan serta literasi sejak dini kepada anak-anak.

Acara dibuka secara resmi oleh Pak Anom Sukoco, SE, M.M Selaku Ketua Tim Umum Rumah tangga. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran Bapelkes Batam sebagai fasilitas publik yang tidak hanya berfokus pada pelatihan kesehatan bagi tenaga medis, tetapi juga peduli terhadap pemenuhan hak anak dan penyediaan sarana yang edukatif serta ramah anak.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi edukasi dari laboratorium yang dipandu oleh Andi. Pada sesi ini, anak-anak diajak mengenal anatomi tubuh manusia secara interaktif menggunakan media alat peraga (manekin anatomi). Anak-anak terlihat antusias saat mendengarkan penjelasan mengenai fungsi organ tubuh yang dikemas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Setelah sesi penyampaian materi awal, kegiatan dilanjutkan dengan sesi perpustakaan yang dibawakan oleh Dila. Menggunakan media buku cerita anak serta papan edukasi bertema “Cita-Cita Ku”, Dila mengajak anak-anak untuk menumbuhkan minat membaca sejak dini serta berani mengenali dan mengejar cita-cita mereka.

Sebagai puncak rangkaian kegiatan, dalam agenda LO 8, anak-anak diajak berkunjung langsung (library tour) ke Perpustakaan Bapelkes Batam. Di sana, anak-anak dikenalkan dengan ruang baca yang nyaman serta melihat dari dekat berbagai koleksi buku dan alat peraga edukatif, seperti replika organ tubuh manusia (otak, mata, dan kulit). Didampingi oleh Pak Anom, ibu dila dan anggota tim LO 8, anak-anak diajak berinteraksi langsung serta mengeksplorasi fasilitas perpustakaan secara ceria.

Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang optimalisasi pemanfaatan Perpustakaan Bapelkes Batam. Perpustakaan tidak hanya difungsikan sebagai pusat referensi ilmiah dan kedinasan bagi para pegawai serta peserta pelatihan, tetapi juga dikembangkan menjadi ruang literasi yang ramah anak dan inklusif. Melalui penyediaan sarana edukasi visual, koleksi bacaan anak, dan area belajar yang interaktif, perpustakaan ini diharapkan mampu menjadi wadah pembelajaran yang menyenangkan, menumbuhkan budaya gemar membaca sejak dini, serta memperluas akses informasi kesehatan bagi masyarakat luas. (RA)

