Category Archives: Berita

PELATIHAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM DAN KANKER PAYUDARA

Enam Puskesmas yang ada dikota Batam tampak ramai pada tanggal 19 Mei 2022 hal ini dikarenakan peserta “Pelatihan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara Bagi Dokter dan Bidan di FKTP“ yang diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Kesehatan Batam  melaksanakan praktek kerja lapangan dari materi yang didapat selama pelatihan secara metode blended. Pelatihan ini bertujuan untuk mencegah meningkatnya penderita kanker rahim dan payudara, mengetahui lebih dini pasien yang terdeteksi kanker leher rahim dan payudara agar dapat segera mendapatkan penanganan pengobatan yang tepat.

Seluruh peserta sangat bersemangat mengikuti pelatihan ini, terlihat pada saat mereka mempraktekkan ilmu yang  didapatkan selama 5 hari daring dan 3 hari luring. Sebelum peserta terjun praktek ke lapangan, terlebih dahulu melaksanakan praktek di BAPELKES BATAM (dry workshop) pada praktek ini terdapat 7 (tujuh) meja terdiri dari pembuatan larutan asam asetat dan lidi kapas, pemeriksaan IVA, CD IVA Interactive, IVA-DoIVA (dan TeleDoIVA), krioterapi, konseling dan pemeriksaan payudara oleh tenaga klinis (SADANIS). Keesokan harinya peserta mengikuti praktek lapangan di 6 (enam) puskesmas di kota Batam yang sudah ditunjuk dengan syarat mempunyai alat IVA kit dan Krioterapi. Dan kemudian pada hari terakhir praktek peserta melaksanakan praktek lapangan untuk tindakan krioterapi yang dipusatkan di 2 (dua) puskesmas yang memiliki alat krioterapi yaitu puskesmas sungai panas dan puskesmas batu aji. Tindakan krioterapi dilakukan pada pasien yang terjaring di hari sebelumnya dengan hasil pemeriksaan IVA positif dan telah mendapat persetujuan untuk dilakukan tindakan.

Ibu sachimala yang bertugas sebagai MOT pada angkatan 2 mengatakan bahwa “Kegiatan pelatihan sangat padat, namun tidak menurunkan semangat para peserta untuk belajar“. (lst)


KUNJUNGAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Seluruh pegawai BAPELKES BATAM terlihat berkumpul di auditorium lantai 2 (dua) gedung sumut BAPELKES BATAM menantikan kehadiran Bapak Kunta Wibawa Dasa Nugraha, S.E, M.A, Ph.D selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI.

Pada kesempatan ini beliau berkunjung ke BAPELKES BATAM setelah hadir dalam acara penandatangan nota kesepahaman di bidang kesehatan antara Badan Pengusahaan Batam dengan Kementerian Kesehatan RI.

Bapak Kunta Wibawa Dasa Nugraha, S.E, M.A, Ph.D tiba di BAPELKES BATAM pada pukul 11.30 WIB dan langsung disambut oleh Kepala BAPELKES BATAM Bapak Dedi Supriadi, SAP, MM.

Bapak Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI berkesempatan melihat Laboratorium Simulasi yang merupakan fasilitas unggulan dari BAPELKES BATAM untuk sarana pelatihan yang berjumlah 9 (sembilan) ruangan, yang salah satunya adalah laboratorium Emergency, setelah itu dilanjutkan menuju auditorium untuk menyapa seluruh pegawai BAPELKES BATAM. Dalam arahan beliau menyampaikan harapannya kepada BAPAELKES BATAM “Untuk siap menghadapi era perubahan sekarang dimana meeting dan pelatihan semuanya sudah melalui daring, sehingga jangan tetap berada seperti biasanya (Business as usual), cobalah untuk memulai membuat video-video pembelajaran (kurikulum) sehingga dapat melihat GAP antara kebutuhan organisasi dan kapsitas kita, dengan adanya video tersebut peserta dapat tetap melihat materi dimanapun dan kapanpun.“ (lst)


PENYEMATAN PIN UNIT PENGENDALIAN GRATIFIKASI BALAI PELATIHAN KESEHATAN BATAM

Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) Balai Pelatihan Kesehatan Batam (Bapelkes Batam) sebagai unit kerja yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan pengendalian gratifikasi di lingkungan Bapelkes Batam dibentuk dalam rangka optimalisasi upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi melalui gratifikasi di lingkungan Balai Pelatihan Kesehatan Batam.

Unit Pengendalian Gratifikasi UPT Kementrian Kesehatan mempunyai tugas membuat rencana kerja kampanye publik Pengendalian Gratifikasi di lingkungan unit pelaksana teknis masing-masing; melakukan sosialisasi ketentuan Gratifikasi kepada pihak internal dan eksternal unit kerja di lingkungan unit pelaksana teknis masing-masing; melakukan fasilitasi dan pencatatan terhadap laporan Gratifikasi yang disampaikan kepada UPG Kementerian; melakukan pemantauan dan evaluasi Pengendalian Gratifikasi di lingkungan unit pelaksana teknis masing-masing; menyampaikan laporan Pengendalian Gratifikasi di lingkungan unit pelaksana teknis masing- masing kepada UPG unit kerja eselon I paling lambat tanggal 5 (lima) semester berikutnya; dan mencantumkan larangan pemberian/ penerimaan Gratifikasi yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan pada setiap penugasan dan pengumuman dalam proses pengadaan barang/ jasa di lingkungan unit pelaksana teknis masing-masing.

Penyematan Pin Anti Korupsi kepada perwakilan pegawai Balai Pelatihan Kesehatan Batam oleh Kepala Sub Bagian Administrasi dan Umum Bapelkes Batam Bapak Dedi Hermawan, SKM, M.Kes yang diikuti oleh seluruh pegawai dilakukan ditengah-tengah kegiatan rutin apel pagi pegawal Bapelkes Batam pada hari Senin tanggal 30 Mei 2022. Tujuan penyematan Pin Anti Korupsi ini sebagai bentuk kampanye anti korupsi kepada masyarakat serta membangun komitmen bersama Balai Pelatihan Kesehatan Batam dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi.  Komitmen anti korupsi seharusnya dimulai oleh setiap pegawai Bapelkes Batam dari diri sendiri dan dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari. Dengan penyematan PIN Anti Korupsi ini diharapkan dapat meningkatkan komitmen dan semangat untuk melaksanakan Reformasi Birokrasi, Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Balai Pelatihan Kesehatan Batam. (LA)


PELATIHAN JABATAN FUNGSIONAL BIDAN ANGKATAN 1

Jabatan fungsional adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh seseorang yang telah berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Dimana salah satu dari jabatan fungsional tersebut adalah jabatan fungsional Bidan.

Alfithar Meirosandra, MARS – Koordinator Substansi Pelatihan Fungsional Bapelkes Batam

Bapelkes Batam yang merupakan salah satu UPT Kementerian Kesehatan RI menyelenggarakan pelatihan jabatan fungsional bidan yang dilaksanakan Selma 15 (lima belas) hari efektif secara distance learning. Pelatihan yang dimulai dari tanggal 28 maret 2022 ini dibuka oleh Kepala Balai Pelatihan Kesehatan Batam dan dihadiri oleh seluruh peserta yang berjumlah 30 orang melalui daring.

Para Peserta Pelatihan Jabatan Fungsional Bidan Angkatan 1

Seluruh peserta tersebut adalah bidan yang bertugas dibeberapa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di Provinsi Kepri dan Lampung serta dibeberapa Puskesmas yang ada di Kepulauan Riau. Untuk memperoleh sertifikat yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI dan memperoleh angka kredit 1, maka diwajibkan untuk menyelesaikan seluruh proses pembelajaran sebanyak 50 Jam Pembelajaran dan hadir minimal 95%.

Dedi Supriasi, SAP., MM – Kepala Bapelkes Batam

Pelatihan ini bertujuan agar nantinya peserta dapat melakukan kegiatan bidang kebidanan sesuai dengan PermenPAN & RB Nomor 36 Tahun 2019. (EL)


SURVEY KEPUASAN PELANGGAN (SKP) PETUGAS PELAYANANPELATIHAN BTCLS ANGKATAN 2

1. Petugas Keamanan

Berikut merupakan hasil penilaian responden terhadap petugas kemananan.

Tingkat Kepuasan%
Rendah23.1
Sedang48.7
Tinggi28.2
Jumlah100
Tabel 1.1 Hasil penilaian responden terhadap petugas kemananan

Dari tabel dan diagram diatas terlihat bahwa 23.1 % responden meiliki tingkat  kepuasan rendah terhadap petugas keamanan, 48.7 % responden memiliki tingkat kepuasan sedang terhadap petugas kemananan, 28.2 % responden memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap petugas kemananan.

2. Petugas Pemasaran (Front Office)

Berikut merupakan hasil penilaian responden terhadap petugas pemasaran (Front Office).

Tingkat Kepuasan%
Rendah7.9
Sedang65.8
Tinggi26.3
Jumlah100
Tabel 2.1 Hasil penilaian responden terhadap petugas pemasaran (Front Office)

Dari tabel dan diagram diatas terlihat bahwa 7.9 % responden  memiliki tingkat kepuasan rendah  terhadap petugas pemasaran (Front Office), 65.8 % responden memiliki tingkat kepuasan sedang terhadap petugas pemasaran (Front Office), 26.3 % responden memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap petugas pemasaran (Front Office).

3. Petugas Asrama dan Kebersihan

Berikut merupakan hasil penilaian responden terhadap petugas asrama dan kebersihan.

Tingkat Kepuasan%
Rendah22.2
Sedang63.0
Tinggi14.8
Jumlah100
Tabel 3.1 Hasil penilaian responden terhadap petugas asrama dan kebersihan

Dari tabel dan diagram diatas  terlihat bahwa 22.2 % responden memiliki tingkat kepuasan rendah terhadap petugas asrama dan kebersihan, 63.0 % responden memiliki tingkat kepuasan sedang terhadap petugas asrama dan kebersihan, 14.8 % responden memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap petugas asrama dan kebersihan.

4. Petugas Konsumsi

Berikut merupakan hasil penilaian responden terhadap petugas konsumsi.

Tingkat Kepuasan%
Rendah23.1
Sedang61.5
Tinggi15.4
Jumlah100
Tabel 4.1 Hasil penilaian responden terhadap petugas konsumsi

Dari tabel dan diagram diatas terlihat bahwa 23.1 % responden memiliki tingkat kepuasan rendah terhadap petugas konsumsi, 61.5 % responden memiliki tingkat kepuasan sedang terhadap petugas konsumsi, 15.4 % responden memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap petugas konsumsi.

5. Petugas Sarana dan Prasarana

Berikut merupakan hasil penilaian responden terhadap petugas sarana dan prasarana.

Tingkat Kepuasan%
Rendah21.4
Sedang64.3
Tinggi14.3
Jumlah100

Dari tabel dan diagram diatas terlihat bahwa 21.4 % responden memiliki tingkat kepuasan rendah terhadap petugas sarana dan prasarana, 64.3 % responden memiliki tingkat kepuasan sedang terhadap petugas sarana dan prasarana, 14.3 % responden memiliki tingkat kepuasan  tinggi terhadap petugas sarana dan prasarana.

6. Petugas Penunjang Lainnya

Berikut merupakan hasil penilaian responden terhadap petugas penunjang lainnya

Tingkat Kepuasan%
Rendah15.4
Sedang69.2
Tinggi15.4
Jumlah100

Dari tabel dan diagram diatas terlihat bahwa 15.4 % responden memiliki tingkat kepuasan rendah terhadap petugas penunjang lainnya, 69.2 % responden memiliki tingkat kepuasan sedang terhadap petugas penunjang lainnya, 15.4 % responden memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap petugas penunjang lainnya.

7. Petugas Laboratorium

Berikut merupakan hasil penilaian responden terhadap petugas laboratorium

Tingkat Kepuasan%
Rendah29.6
Sedang51.9
Tinggi18.5
Jumlah100
Tabel 7.1 Hasil penilaian responden terhadap petugas laboratorium

Dari tabel dan diagram diatas terlihat bahwa 29.6% responden memiliki tingkat kepuasan rendah terhadap petugas laboratorium, 51.9% responden memiliki tingkat kepuasan sedang terhadap petugas laboratorium, 18.5% responden memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap petugas laboratorium.

8. Petugas Perpustakaan

Berikut merupakan hasil penilaian responden terhadap petugas perpustakaan

Tingkat Kepuasan%
Rendah23.1
Sedang61.5
Tinggi15.4
Jumlah100
Tabel 8.1 Hasil penilaian responden terhadap petugas perpustakaan

Dari tabel dan diagram diatas terlihat bahwa 23.1 % responden memiliki tingkat kepuasan rendah terhadap petugas perpustakaan, 61.5 % responden memiliki tingkat kepuasan sedang terhadap petugas perpustakaan, 15.4 % responden memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap petugas perpustakaan.


SURVEY KEPUASAN PELANGGAN (SKP) PETUGAS PELAYANANPELATIHAN BTCLS ANGKATAN 1

Category : Berita , Umum

1. Petugas Keamanan

Berikut merupakan hasil penilaian responden terhadap petugas kemananan.

Tingkat Kepuasan%
Rendah9.26
Sedang14.81
Tinggi74.07
Jumlah100
Tabel 1.1 Hasil penilaian responden terhadap petugas kemananan

Dari tabel dan diagram diatas terlihat bahwa 9.26 % responden memiliki tingkat  kepuasan rendah terhadap petugas keamanan, 14.81 % responden memiliki tingkat kepuasan sedang terhadap petugas kemananan, 74.07 % responden memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap petugas kemananan.

2. Petugas Pemasaran (Front Office)

Berikut merupakan hasil penilaian responden terhadap petugas pemasaran (Front Office).

Tingkat Kepuasan%
Rendah11.11
Sedang12.96
Tinggi75.93
Jumlah100
Tabel 2.1 Hasil penilaian responden terhadap petugas pemasaran (Front Office)

Dari tabel dan diagram diatas terlihat bahwa 11.11 % responden  memiliki tingkat kepuasan rendah  terhadap petugas pemasaran (Front Office), 12.96 % responden memiliki tingkat kepuasan sedang terhadap petugas pemasaran (Front Office), 75.93 % responden memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap petugas pemasaran (Front Office).

3. Petugas Asrama dan Kebersihan

Berikut merupakan hasil penilaian responden terhadap petugas asrama dan kebersihan.

Tingkat Kepuasan%
Rendah11.12
Sedang0
Tinggi88.88
Jumlah100
Tabel 3.1 Hasil penilaian responden terhadap petugas asrama dan kebersihan

Dari tabel dan diagram diatas  terlihat bahwa 11.12 % responden memiliki tingkat kepuasan rendah terhadap petugas asrama dan kebersihan, 0 % responden memiliki tingkat kepuasan sedang terhadap petugas asrama dan kebersihan, 88.88 % responden memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap petugas asrama dan kebersihan.

4. Petugas Konsumsi

Berikut merupakan hasil penilaian responden terhadap petugas konsumsi.

Tingkat Kepuasan%
Rendah11.11
Sedang11.11
Tinggi77.78
Jumlah100
Tabel 4.1 Hasil penilaian responden terhadap petugas konsumsi

Dari tabel dan diagram diatas terlihat bahwa 11.11 % responden memiliki tingkat kepuasan rendah terhadap petugas konsumsi, 11.11 % responden memiliki tingkat kepuasan sedang terhadap petugas konsumsi, 77.78 % responden memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap petugas konsumsi.

5. Petugas Sarana dan Prasarana

Berikut merupakan hasil penilaian responden terhadap petugas sarana dan prasarana.

Tingkat Kepuasan%
Rendah11.11
Sedang13.89
Tinggi75.00
Jumlah100

Dari tabel dan diagram diatas terlihat bahwa 11.11 % responden memiliki tingkat kepuasan rendah terhadap petugas sarana dan prasarana, 13.89 % responden memiliki tingkat kepuasan sedang terhadap petugas sarana dan prasarana, 75.00 % responden memiliki tingkat kepuasan  tinggi terhadap petugas sarana dan prasarana.

6. Petugas Penunjang Lainnya

Berikut merupakan hasil penilaian responden terhadap petugas penunjang lainnya

Tingkat Kepuasan%
Rendah11.12
Sedang0
Tinggi88.88
Jumlah100

Dari tabel dan diagram diatas terlihat bahwa 11.12 % responden memiliki tingkat kepuasan rendah terhadap petugas penunjang lainnya, 0 % responden memiliki tingkat kepuasan sedang terhadap petugas penunjang lainnya, 88.88 % responden memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap petugas penunjang lainnya.

7. Petugas Laboratorium

Berikut merupakan hasil penilaian responden terhadap petugas laboratorium

Tingkat Kepuasan%
Rendah11.12
Sedang0
Tinggi88.88
Jumlah100
Tabel 7.1 Hasil penilaian responden terhadap petugas laboratorium

Dari tabel dan diagram diatas terlihat bahwa 11.12 % responden memiliki tingkat kepuasan rendah terhadap petugas laboratorium, 0% responden memiliki tingkat kepuasan sedang terhadap petugas laboratorium, 88.88 % responden memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap petugas laboratorium.

8. Petugas Perpustakaan

Berikut merupakan hasil penilaian responden terhadap petugas perpustakaan

Tingkat Kepuasan%
Rendah11.12
Sedang0
Tinggi88.88
Jumlah100
Tabel 8.1 Hasil penilaian responden terhadap petugas perpustakaan

Dari tabel dan diagram diatas terlihat bahwa 11.12 % responden memiliki tingkat kepuasan rendah terhadap petugas perpustakaan, 0% responden memiliki tingkat kepuasan sedang terhadap petugas perpustakaan, 88.88 % responden memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap petugas perpustakaan.

9. Sikap Petugas Secara Keseluruhan

Berikut merupakan hasil penilaian responden terhadap sikap petugas secara keseluruhan

Tingkat Kepuasan%
Tidak Ramah0
Kurang Rama0
Ranah100
Jumlah100
Tabel 9.1 Hasil penilaian responden terhadap sikap petugas secara keseluruhan

Dari tabel dan diagram diatas terlihat bahwa 0 % responden memiliki tingkat kepuasan tidak ramah terhadap sikap petugas secara keseuruhan, 0  % responden memiliki tingkat kepuasan kurang ramah terhadap sikap petugas secara keseluruhan, 100 % responden memiliki tingkat kepuasan ramah terhadap sikap petugas secara keseluruhan.


PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA PRESENTASI BAGI SDM KESEHATAN

Tanggal 28 Maret sampai dengan 01 April 2022 Bapelkes Batam menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Media Presentasi Bagi SDM Kesehatan dengan metode blended learning sebanyak 30 Jam Pembelajaran (JP). Pelatihan ini diikuti oleh 60 orang peserta yang dibagi menjadi 2 angkatan, kriteria peserta yang dapat mengikuti pelatihan ini selain pendidikan minimal D3 peserta juga diharapkan mampu mengoperasikan komputer dengan menggunakan komputer/laptop dengan spesifikasi minimal untuk media dan jaringan internet yang stabil. Peserta yang mengikuti pelatihan ini berasal dari Poltekes Kemenkes yang ada di sejumlah daerah di Indonesia, Bapelkes Batam dan juga Bapelkes Mataram.

Para Peserta Pelatihan

Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan, Ir. Doddy Izwardy, MA pada tanggal 28 Maret 2022 secara daring yang diikuti oleh peserta dari domisilinya masing-masing. “untuk melakukan suatu presentasi yang baik diperlukan media presentasi yang menarik dan dapat memberikan kesan positif baik pada ide maupun gagasan yang disampaiakan oleh presenter yang menyampaikan gagasannya” ungkap Ir. Doddy Izwardy, MA dalam sambutannya.

Ir. Doddy Izwardy, MA, Direktur Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan

Bagi peserta yang mengikuti pelatihan ini diharapkan dapat mampu mengembangkan media presentasi yang menarik sesuai konsep desain gbrafis dengan benar, dapat mengidentifikasi jenis program aplikasi media presentasi sesuai kebutuhan dan dapat mengembangkan media presentasi. (EL)


PELATIHAN JABATAN FUNGSIONAL PERAWAT ANGKATAN 2 DAN 3

Melalui media zoom meeting, Bapak Ir. Doddy Izwardy, MA selaku Direktur Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan membuka Pelatihan Jabatan Fungsional Perawat Angkatan 2 yang diikuti oleh seluruh peserta dari daerahnya masing-masing. Pada kesempatan tersebut beliau mengatakan “Dari semua profesi yang ad,  profesi perawat sudah mempunyai undang-undang sendiri terkait jabatannya tersebut.” Besar harapan beliau agar seluruh peserta dapat lulus dalam pelatihan ini dan dapat menerapkan ilmunya dalam melayani masyarakat.

Ir. Doddy Izwardy, MA – Direktur Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan

Pelatihan yang diikuti 60 orang peserta dan terbagi menjadi 2 angkatan tersebut mengikuti pelatihan dengan metode full online selama 11 (sebelas) hari efektif yang dimulai dari tanggal 15 sampai dengan 29 Maret 2022 dengan jumlah jam pembelajaran sebanyak 46 JPL.

Para Peserta Pelatihan Jabatan Fungsional Perawat

Narasumber dan fasilitator Pelatihan ini berasal dari Direktorat Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Kemenkes RI, Direktorat Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kesehatan Kemenkes RI, PPNI Pusat, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau, RSUD Tanjung Pinang dan Bapelkes Batam.

Dedi Supriadi, SAP., MM – Kepala Bapelkes Batam

Dengan mengikuti pelatihan ini harapannya adalah agar peserta mampu memahami regulasi Jabatan Fungsional Perawat, memahami aspek etik dan legal profesi keperawatan, memahami kegiatan Jabatan Fungsional Perawat, menyusun Daftar usulan penetapan angka kredit (DUPAK), menyusun perencanaan pengembangan karir Jabatan Fungsional Perawat, menyusun rancangan karya tulis/karya ilmiah di bidang pelayanan keperawatan, melakukan persiapan sebagai peserta uji kompetensi Jabatan Fungsional Perawat dan membangun jiwa entrepreneur dalam keperawatan. (EL)


PELATIHAN PENUGASAN KHUSUS TENAGA KESEHATAN INDIVIDUAL DI PUSKESMAS PADA MASA PANDEMI COVID-19 PERIODE 1 TAHUN 2022

Category : Berita

15 Februari 2022

Bulan Februari 2022 Bapelkes Batam melaksanakan Pelatihan Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Individual di Puskesmas Pada Masa Pandemi Covid-19 Periode 1 sebanyak 5 angkatan dengan total jumlah peserta adalah 173 orang. Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode distance learning selama 11 hari efektif dari tanggal 14 Februari 2021 sampai dengan 26 Februari 2022 dengan jumlah jam pembelajaran sebanyak 77 JPL. Dikarenakan situasi dan kondisi sekarang yaitu pandemi covid-19 maka seluruh peserta mengikuti proses pembelajaran dari tempat tinggal masing-masing demikian juga para fasilitator yang menyampaikan materi pembelajarannya dari tempat tinggal dan instansi masing-masing.

Dedi Supriadi, SAP, MMKepala Bapelkes Batam

Peserta akan ditempatkan di 9 provinsi wilayah penempatan, Aceh, Lampung, Riau, Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kepulauan Riau dan Bangka Belitung. Seluruh peserta merupakan tenaga kesehatan yang berprofesi sebagai Dokter gigi, Dokter Umum, Perawat, Bidan, Ahli teknologi laboratorium medic, Tenaga gizi, Tenaga kesehatan lingkungan dan Tenaga Kefarmasian. Seluruh tenaga kesehatan telah lulus seleksi oleh Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDMK Kemenkes RI sebagai Tenaga Kesehatan Penugasan Khusus Individual di Puskesmas.

Para Peserta Pelatihan

“Setelah mengikuti pembekalan, peserta mampu melaksanakan pelayanan   kesehatan di puskesmas sesuai dengan kompetensi dan kewenangan yang dimiliki  dengan menjunjung etika profesi pada masa pandemi COVID-19” ucap Dewi Pangastuti, SKM dalam laporan penyelenggaraan yang disampaikan pada acara pembukaan pada tanggal 15 Februari 2022 Pukul 10.00 wib secara daring.

Dewi Pangastuti, SKMPIC Pelatihan

Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan dalam Mendukung Program Nusantara Sehat merupakan pendayagunaan secara khusus tenaga kesehatan dalam kurun waktu tertentu guna meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan pada Puskesmas dengan kriteria terpencil atau sangat terpencil terutama di Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK). (el)


Pelatihan Tim Penilai Jabatan Fungsional Kesehatan Angkatan 1

15 Februari 2022

Pelatihan Tim Penilai Jabatan Fungsional Kesehatan Angkatan 1 dilaksanakan pada tanggal 14 sd 23 Februari 2022. Pelatihan  diawali pada tanggal 14 Februari 2022 dengan pengarahan program yang disampaikan oleh Zella Cahyandaru, SST, MKM selaku Person In Charge (PIC) pada pelatihan tersebut.

Zella Cahyandaru, SST, MKMPerson In Charge (PIC)

Pembukaan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2022 secara blended yang dibuka oleh Kepala Bapelkes Batam, Dedi Supriadi, SAP, MM dari Bapelkes Batam dan dihadiri oleh seluruh peserta yang berada didomisilinya masing-masing. Dalam sambutannya Dedi Supriadi, SAP, MM Menyampaikan bahwa “Salah satu faktor terpenting bagi pemangku maupun calon pemangku jabatan fungsional selain pendidikan adalah angka kredit. Angka kredit dibutuhkan untuk menilai kompetensi/kinerja pemangku baik yang sudah menduduki jabatan maupun yang akan menduduki jabatan, serta untuk keperluan peningkatan karir berupa kenaikan jenjang jabatan”.

Dedi Supriadi, SAP, MM – Kepala Bapelkes Batam

Dasar pelaksanaan Pelatihan Jabatan Fungsional Pranata Laboratorium Kesehatan Jenjang Terampil yaitu: Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 551/Menkes/Per/VII Tahun 2009 tentang petunjuk teknis jabatan fungsional dan angka kredit serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 60 Tahun 2016 tentang Pembinaan Jabatan Fungsional Kesehatan dan Jabatan Fungsional Non Kesehatan di Lingkungan Kementerian Kesehatan.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 30 orang yang berasal dari Direktorat P2PTVZ Kemenkes RI, KKP Medan, KKP Banda Aceh dan beberapa rumah sakit yang ada di Makasar, Surakarta, Palembang, Pasaman, Padang, Naga Raya, Banda Aceh dan Bukit Tinggi.

Para Panitia dan Peserta

Pelatihan ini dilaksanakan secara full online dengan materi pembelajaran selama 50 JPL yang terdiri dari Materi Dasar, Mater Inti dan Materi Penunjang. (el)