Author Archives: batam

Inkontinensia Urine

Tags :

Category : Karya Ilmiah

Antara Bersalin Normal Atau Seksio Caesaria??

oleh: Maria Magdalena
Inkontinensia Urine

Inkontinensia urine merupakan masalah kesehatan yang sering ditemui, akan tetapi seringkali tidak dilaporkan oleh pasien atau keluarganya, antara lain karena ketidaktahuan sehingga menganggap bahwa inkontinensia urin bukan merupakan masalah dan tidak memerlukan pengobatan. Pihak tenaga kesehatan juga banyak yang tidak memahami tatalaksana inkontinensia urin dengan baik bahkan tidak mengetahui bahwa inkontinensia urin merupakan masalah kesehatan yang dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi saluran kemih, dehidrasi, kelainan kulit, gangguan tidur, masalah psikososial seperti depresi, mudah marah, dan rasa terisolasi. 1

” Inkontinensia urin merupakan masalah kesehatan yang dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi saluran kemih, dehidrasi, kelainan kulit, gangguan tidur, masalah psikososial seperti depresi, mudah marah, dan rasa terisolasi .”

Inkontinensia urin oleh International Continence Society (ICS) didefinisikan sebagai ketidakmampuan mengontrol pengeluaran urin. Stres Inkontinensia Urin(SIU) merupakan gejala yang sangat sering terjadi pada wanita dewasa salah satu penyebabnya adalah karena melemah atau rusaknya otot dasar panggul yang bisa disebabkan karena kehamilan dan persalinan normal. Hampir 50% wanita yang pernah melahirkan akan menderita prolaps organ genitourinaria dan 40% disertai inkontinensia urin. Diantara kondisi ini stress inkontinensia urin (SIU) merupakan salah satu yang paling tinggi prevalensinya.1,2

Diketahui bahwa persalinan normal dapat menyebabkan perubahan neurologis pada dasar panggul yang menimbulkan efek langsung pada konduksi nervus pudendus, kekuatan kontraksi jalan lahir dan tekanan velositas penutupan uretra. Hal ini menyebabkan menetapnya angka kejadian SIU pada wanita setelah melahirkan.1

Rortveit et all (2003) menyatakan bahwa 20,7% dari wanita, mengalami SIU dan dianggap berat pada 8,7% kasus. Riwayat dari stres inkontinensisa urin biasanya tidak diketahui dengan baik dan dapat langsung terjadi pada lebih dari 30% kasus. Meskipun demikian wanita setelah persalinan pertama akan mengeluhkan stres inkontinensia urin 3-15%. Apabila hal tersebut terjadi sebelum kehamilan pertama, risikonya akan meningkat lagi selama kehamilan, setelah persalinan dan pada kemudian hari. Gejala gangguan saluran kemih ringan sering terjadi selama kehamilan dan stres inkontinensia urin terjadi sekitar 42% pada wanita hamil usia sekitar 36 minggu kehamilan, dan 45,4% usia 26 minggu pada kehamilan pertama Meskipun prevalensi gejalanya berkurang setelah persalinan, kehamilan sebagai risiko timbulnya gejala stres inkontinensia urin terjadi dikemudian hari.2

Tiga bulan setelah persalinan pertama stres inkontinensia urin frekuensinya dua kali lebih besar pada persalinan pervaginam dibandingkan persalinan seksio sesaria. Namun demikian dampak cara persalinan belum diketahui secara pasti. Menurut Saadia (2015) Wanita dengan persalinan normal atau dengan tindakan pervaginam dapat berisiko juga mengalami  inkontinensia urin dari pada yang menjalani operasi caesar. Namun dari hasil penelitian yang dilakukannya pada kelompok yang berbeda yaitu wanita dengan persalinan pervaginam, persalinan dengan tindakan dan operasi caesar didapati bahwa kejadian inkontinensia urine kecil. 2,3,4

Stres inkontinensia urin setelah kehamilan dapat disebabkan oleh kondisi yang multifaktor. Faktor risiko utamanya adalah umur, sebelum atau selama kehamilan pertama, persalinan yang lama dan persalinan pervaginam, trauma vagina. Cara persalinan melalui seksio saesaria dilaporkan juga kejadian stres inkontinensia urin setelahnya, sehingga dampak proses persalinan masih kontroversi dilaporkan.3,4,5

” Faktor risiko utamanya adalah umur, sebelum atau selama kehamilan pertama, persalinan yang lama dan persalinan pervaginam, trauma vagina.”

Dari hasil sistematis review yang dilakukan Tahtinen et al. 2016, untuk mengetahui efek jangka panjang dari persalinan dan inkontinensia urine diketahui bahwa ibu dengan persalinan normal dikaitkan dengan risiko hampir dua kali lipat dibandingkan dengan operasi caesar yang memiliki efek lebih rendah berhubungan dengan masalah berkemih.Penanganan lebih lanjut memang diperlukan pada kondisi-kondisi yang memang sudah mengganggu kualitas hidup seseorang.5,6

Sehingga Stress Inkontinensia Urine secara umum sebagai permasalahan yang secara alamiah akan dialami oleh wanita sebagai bagian dari kondisi fisiologis tubuh. Apapun proses persalinan yang dialami tentu dengan bijak dipilih sesuai dengan indikasi. Perubahan yang terjadi pada tubuh akan seiring dengan bertambahnya usia dan perlu disikapi dengan bijak. Dengan demikian diperlukan dukungan dari lingkungan sekitarnya termasuk pasangan dan keluarga dalam menyikapi permasalahan yang timbul saat persalinan normal atau seksio caesaria ditempuh, demi kualitas hidup yang tetap terjaga.

“Diperlukan dukungan dari lingkungan sekitarnya termasuk pasangan dan keluarga dalam menyikapi permasalahan yang timbul saat persalinan normal atau seksio caesaria ditempuh, demi kualitas hidup yang tetap terjaga.”

Sumber:

  1. Sudoyo A, dkk, 2010. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 1 Edisi V.  Interna Publishing. Jakarta.
  2. Serati M, Uccella S, Salvatore S. Stress Urinary Incontinence in Women of Childbearing Age. European Urological Review. Touchbriefing. 2008.
  3. Herrmann  V, Scarpa K, Palma PCR, Riccetto CZ. Stress urinary incontinence 3 years after pregnancy:correlation to mode of delivery and parity. Int Urogynecol J. 30 Oktober 2008. .
  4. Xavier F, Arnaud F, Caroline L, Louis BJ.Stress urinary incontinence 4 years after the first delivery: a retrospective cohort survey. Acta Obstetricia Et Gynecologica Scandinavica 2004;83(10):941-5.
  5. Saadia Z. Relationship between mode of delivery and development of urinary incontinence: A possible link is demonstrated. Int J Health Sci (Qassim). 2015 Oct; 9(4): 446–452.
  6. Tahtinen RM, Cartwright, et al. Long-term Impact of Mode of Delivery on Stress Urinary Incontinence and Urgency Urinary Incontinence: A Systematic Review and Meta-analysis. Eur Urol. 2016 Jul; 70(1): 148–158.